Senin, 10 Mei 2021

Ras, Etnis, dan Gender Bahan Alkitab: Kejadian 1-2; Lukas 10:25-36; Roma 10:12; Keluaran 22:21

Ras, Etnis, dan Gender 
Bahan Alkitab: Kejadian 1-2; Lukas 10:25-36; Roma 10:12; Keluaran 22:21

Oleh : Vita Ria Pratiwi, S. Pd

3.4 Menganalisis makna 
kebersamaan dengan 
orang lain tanpa kehilangan 
identitas
4.4 Membuat proyek mengenai
kebersamaan dengan
orang lain tanpa kehilangan
identitas

Indikator: 
• Menjelaskan pemahaman mengenai ras, etnis dan gender serta 
persoalan yang dihadapi menyangkut ras, etnis dan gender di tempat 
masing-masing.
• Berbagi cerita mengenai sikap yang baik yang dapat dilakukannya dalam 
kaitannya dengan perbedaan ras, etnis dan gender.
• Menyusun doa syukur pada Allah karena telah menciptakan manusia 
dalam keberagaman ras, etnis dan gender.


Dalam pembahasan di SD dan SMP telah dikemukakan bahwa Allah 
menciptakan manusia dengan kepelbagaian. Melalui kepelbagaian itu manusia 
dapat memahami kekuasaan serta kebesaran Sang Pencipta. Namun sayang 
sekali, kepelbagaian ini seringkali justru menjerumuskan manusia ke dalam 
sikap sombong dan merendahkan orang lain. Dalam sejarah dunia tercatat 
lembaran-lembaran gelap ketika manusia membedakan orang berdasarkan 
warna kulit, kelompok etnis atau budaya, dan juga berdasarkan gendernya.
Dalam sejarah pernah terjadi ketika orang kulit putih di Amerika Serikat dan
Australia memandang rendah orang kulit hitam dan berwarna. Keadaannya
sedemikian parah sehingga orang malah memperjual-belikan orang lain hanya
karena warna kulitnya lebih gelap, atau hitam. Orang berkulit hitam dianggap
sama dengan binatang, sehingga mereka dapat diperjual-belikan, bahkan juga
diperlakukan seperti binatang. Misalnya mereka bisa disuruh bekerja tanpa
jam istirahat dan makan yang cukup. Mereka dihukum dengan sangat kejam
apabila tuan-tuan mereka merasa bahwa mereka tidak bekerja cukup keras
atau mereka berbuat kesalahan. Kadang-kadang mereka dipukuli, dibakar,
dimutilasi (dipotong anggota tubuhnya), diberi cap dengan besi membara, dan
lain-lain. Kamus The Oxford English Dictionary memberikan beberapa definisi
untuk kata “barbarian”, yaitu:
1. Secara etimologis, seorang asing, yang bahasa dan kebiasaannya berbeda
dengan si pembicara.
2. Secara historis, a. Seseorang yang bukan orang Yunani. b. Seseorang yang
hidup di luar wilayah kekaisaran Romawi dan peradabannya, berlaku
khususnya bagi bangsa-bangsa di utara yang mengalahkan mereka. c.
Seseorang yang hidup di luar peradaban Kristen. d. Di antara orang-orang
Italia di zaman Renaisans: salah satu bangsa di luar Italia.
3. Orang yang kasar, liar, tidak beradab. b. Kadang-kadang dibedakan dengan
bangsa primitif (mungkin, mirip dengan no. 2). c. Diberikan sebagai
penghinaan oleh orang China kepada orang asing.
4. Orang yang tidak beradab, atau orang yang tidak bersimpati dengan
budaya sastra.

Dari definisi-definisi di atas, kita dapat menangkap bahwa orang “barbar”
adalah orang-orang yang dianggap rendah, buruk, biadab. Perbedaan budaya
atau kelompok etnis juga bisa membuat orang merendahkan satu sama lain. Di
zaman dahulu, orang-orang Yunani menganggap diri mereka sebagai bangsa
yang paling hebat. Mereka menyebut bangsa-bangsa lain sebagai bangsa
“barbar”. Mereka mempunyai ungkapan yang berbunyi, “Barangsiapa yang
bukan Yunani, adalah orang barbar.” Mereka menggunakan istilah ini bahkan
juga untuk orang-orang Yunani dari suku-suku dan kota-kota yang lain. Di
kemudian hari di Eropa, bangsa-bangsa Anglo-Saxon (Inggris, Belanda, Jerman,
dan lain-lain.) juga menganggap rendah orang-orang dari Italia, Spanyol, dan
Portugal. Begitu pula dengan perbedaan gender, masih ada manusia yang
membuat perbedaan perlakuan terhadap sesama berdasarkan perbedaan
gender.

Pengertian Ras, Etnis dan Gender

Ras dan etnisitas adalah konsep yang digunakan untuk mengkategorikan 
sekelompok manusia. Perbedaan anatomi tubuh (warna kulit, warna rambut,mata, tinggi badan, dan lain-lain), budaya, genetika, afiliasi geografi, sejarah,
bahasa, atau kelompok sosial digunakan untuk mencirikan suatu kelompok
manusia tertentu untuk mempermudah pengenalan sekelompok orang dalam
kehidupan sehari-hari. Orang seringkali berpikir ini adalah pembagian yang
sederhana. Kenyataannya tidak selalu demikian. Orang yang berkulit hitam
dan berambut keriting dapat disebut sebagai orang Afrika, tetapi bukan
mustahil juga berasal dari Papua. Orang berkulit kuning dan bermata sipit
mungkin dikenali sebagai orang Cina, Korea, atau Jepang, tapi bisa jadi juga
orang Minahasa.
Betapapun juga pembedaan-pembedaan yang dibuat, kita harus memahami
bahwa tidak ada satu ras pun yang lebih tinggi atau unggul daripada yang
lainnya, sementara ras tertentu lainnya dianggap lebih rendah di dunia. Semua
ras memiliki kedudukan yang sederajat.
Etnis adalah penyebutan yang diberikan kepada sekelompok manusia yang
mendiami daerah tertentu serta memiliki adat kebiasaan sendiri. Berbagai
kebiasaan dan adat-istiadat ini merupakan ciri khas yang dapat membedakan
satu kelompok etnis dengan kelompok lainnya. Di dunia dan di Indonesia
terdapat banyak suku bangsa yang berbeda-beda. Ada perbedaan yang
kecil, seperti misalnya suku Jawa dengan suku Bali. Ada pula suku-suku yang
sangat berbeda, seperti misalnya suku Aceh dengan suku Papua. Namun, pada
dasarnya semua suku sama dan sederajat. Adat istiadat mereka semuanya unik
dan tidak ada yang lebih luhur ataupun lebih rendah daripada yang lain. Setiap
suku mengembangkan kebudayaannya masing-masing, berbahasa dengan
logatnya sendiri, dan mengembangkan adat istiadatnya sesuai dengan
kebutuhan mereka. Selain ciri-ciri kebudayaannya, suku bangsa juga kadang-
kadang dapat dibedakan berdasarkan ciri-ciri fisik anggotanya.
Gender adalah perbedaan fungsi peran sosial yang dikonstruksikan oleh
masyarakat terhadap laki-laki dan perempuan. Gender belum tentu sama di
tempat yang berbeda, dan dapat berubah dari waktu ke waktu. Gender tidak
sama dengan seks atau jenis kelamin. Jenis kelamin terdiri dari perempuan dan
laki-laki yang telah ditentukan oleh Tuhan ketika manusia dilahirkan. Sementara
itu, gender bukanlah kodrat ataupun ketentuan Tuhan. Gender berkaitan
dengan pandangan atau pemahaman tentang bagaimana seharusnya laki-
laki dan perempuan berperan dan bertindak sesuai dengan tata nilai yang
terstruktur, ketentuan sosial dan budaya di tempat mereka berada. Dengan
demikian definisi gender dapat dikatakan sebagai pembedaan peran, fungsi,
dan tanggung jawab antara perempuan dan laki-laki yang dibentuk ataudikonstruksikan secara sosial-budaya dan dapat berubah sesuai dengan
perkembangan zaman. Contohnya, dahulu orang menganggap memasak dan
menjahit sebagai pekerjaan perempuan. Namun sekarang ada banyak laki-
laki yang menjadi juru masak atau perancang busana. Orang-orang seperti
Bara Pattiradjawane, Rudy Choirudin, Arnold Purnomo, dan lain-lain., dikenal
sebagai juru masak yang sering tampil di layar televisi. Tokoh-tokoh seperti
alm. Iwan Tirta, Edward Hutabarat, Itang Yunasz, adalah sejumlah laki-laki
perancang mode yang terkemuka di negara kita. 

Masalah-masalah Sekitar Ras, Etnis dan Gender

1. Diskriminasi Rasial dan Etnis
Seorang penulis Prancis yang bernama François Bernier menyusun sebuah
buku yang menjelaskan pembagian manusia di dunia ke dalam kelompok-
kelompok ras. Bukunya yang berjudul Nouvelle division de la terre par les
différents espèces ou races qui l’habitent diterbitkan pada tahun 1684.
Pada abad ke-18 orang semakin mendalami perbedaan-perbedaan ini,
namun pemahamannya mulai disertai dengan gagasan-gagasan rasis tentang
kecenderungan-kecenderungan batiniah dari berbagai kelompok, dengan ciri-
ciri yang paling baik terdapat pada orang-orang kulit putih. Sebelumnya sudah
dijelaskan bagaimana pengelompokan manusia ke dalam ras itu ternyata
didasarkan pada keinginan untuk membenarkan praktik-praktik diskriminasi
dan penindasan terhadap ras dan etnis tertentu yang semuanya dipandang
sebagai sesuatu yang wajar. Bahkan ras dan etnis tertentu dipandang rendah
dan tidak memiliki martabat kemanusiaan.
Rasialisme bertentangan dengan prinsip-prinsip hak asasi manusia.
Rasialisme menimbulkan penderitaan yang luar biasa bagi bangsa dan ras
tertentu. Misalnya: penderitaan orang-orang Indian dan kaum kulit hitam di
Amerika Serikat yang kehilangan hak-haknya sebagai warga negara. Di Afrika
Selatan orang-orang kulit hitam dan kulit berwarna juga kehilangan hak-
haknya karena politik rasial yang disebut apartheid, yaitu pembedaan manusia
berdasarkan ras dengan cara mendiskriminasikan mereka yang berkulit hitam,
berkulit berwarna dan orang-orang Asia (India). Mereka yang bukan kulit putih
dibatasi ruang geraknya dan hampir tidak memeroleh hak sebagai warga
negara. Namun aneh sekali, dalam praktik apartheid negara Afrika Selatan,
bangsa Jepang diakui berkulit putih. Mengapa? Tidak lain karena negara
Jepang sudah tergolong maju dan kaya, dan rezim apartheid Afrika Selataningin memetik keuntungan ekonomi dengan memperlakukan bangsa Jepang
dengan baik di sana.
Nelson Mandela adalah pejuang kulit hitam Afrika Selatan yang terkenal.
Ia berhasil memperjuangkan hak orang kulit hitam di Afrika Selatan untuk
memeroleh hak yang sama dengan kaum kulit putih. Karena usahanya selama
puluhan tahun, pada 5 Juni 1991 diskriminasi hukum di Afrika Selatan terhadap
orang kulit hitam dicabut.
Masih banyak contoh yang dapat diangkat dalam kaitannya dengan
ketidakadilan ras dan etnis. Di Amerika Serikat tokoh yang terkenal melawan
diskriminasi rasial adalah Pdt. Dr. Martin Luther King, Jr. Ia memimpin
demonstrasi dan pemogokan damai dalam rangka memperjuangkan hak-hak
orang kulit hitam di Amerika, hingga akhirnya ia tewas dibunuh. Di Jerman,
Adolf Hitler membunuh enam juta orang Yahudi karena kebencian ras dan
etnis serta kebanggaannya akan ras Aria yang dianggapnya sebagai ras paling
unggul.
Di Indonesia, etnis China pernah mengalami diskriminasi sejak peristiwa
1965. Mereka tidak boleh mempraktikkan agama kepercayaannya (Kong Hu Cu
dan agama-agama Tionghoa dilebur menjadi satu dalam agama Buddha), nama-
nama yang berbau China harus diganti dengan nama Indonesia. Penggunaan
huruf China bahkan pendidikan bahasa Tionghoa dilarang. Peranan politik
dan sejarah orang Tionghoa Indonesia dalam perjuangan kemerdekaan pun
dihilangkan. Misalnya, bahwa di antara mereka yang hadir di Kongres Pemuda
II yang merumuskan Sumpah Pemuda ternyata terdapat beberapa pemuda
Tionghoa, yaitu Kwee Tiam Hong dan tiga pemuda Tionghoa lainnya. Begitu
pula ada empat orang Tionghoa duduk sebagai anggota Badan Penyelidik
Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) yang merumuskan
UUD ‘45, yaitu Liem Koen Hian, Tan Eng Hoa, Oey Tiang Tjoe, Oey Tjong Hauw,
dan di Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) terdapat satu orang
Tionghoa yaitu Drs. Yap Tjwan Bing.
Pada Januari 2001, Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) mengumumkan
Tahun Baru China (Imlek) menjadi hari libur pilihan, yang kemudian diubah
oleh Presiden Megawati menjadi hari libur nasional. Tindakan Gus Dur ini
diikuti dengan pencabutan larangan penggunaan huruf Tionghoa. Gus Dur
juga memulihkan hak-hak etnis Tionghoa di Indonesia. Di Indonesia kini hak-
hak setiap warga negara dari semua etnis dan ras dijamin oleh UU. Jadi, jika ada
yang melakukan tindakan pelecehan terhadap ras atau etnis tertentu, maka
yang bersangkutan dapat dituntut secara hukum. 

Demikianlah, seiring dengan perkembangan masyarakat, kemajuan ilmu 
pengetahuan dan teknologi, diskriminasi rasial mulai terkikis secara perlahan 
dan kini muncul kesadaran bahwa diskriminasi rasial bertentangan dengan 
hak asasi manusia. Di Amerika Serikat, Barak Obama menjadi orang kulit hitam 
pertama yang menjadi presiden di negara itu. Di Italia, Cecile Kyenge, seorang 
perempuan Afrika kelahiran Kongo, menjadi orang kulit hitam pertama yang 
diangkat menjadi menteri urusan Integrasi di negara itu. 
2. Diskriminasi Gender
Menurut definisi yang ada dalam buku “Kesetaraan Gender” yang 
diterbitkan oleh ELSAM, sebuah LSM yang bergerak di bidang pemberdayaan 
perempuan, istilah “kesetaraan gender” berarti kesamaan kondisi bagi laki-
laki dan perempuan untuk memperoleh kesempatan serta hak-haknya 
sebagai manusia, agar mampu berperan dan berpartisipasi dalam kegiatan 
politik, hukum, ekonomi, sosial budaya, pendidikan, serta kesamaan dalam 
menikmati hasil pembangunan tersebut. Kesetaraan gender juga meliputi 
penghapusan diskriminasi dan ketidakadilan struktural, baik terhadap laki-laki 
maupun perempuan. Jadi, diskriminasi gender adalah perlakuan yang berbeda 
terhadap laki-laki dan perempuan. Diskriminasi terjadi terhadap perempuan 
dan dipengaruhi oleh budaya. Umumnya budaya di Indonesia lebih berpihak 
pada kaum laki-laki dibandingkan kepada kaum perempuan. Misalnya, orang 
biasa bertanya, “Putra Bapak berapa?” Mengapa tidak bertanya, “Berapa putra 
dan putri Bapak?” Pertanyaan yang pertama menyiratkan bahwa anak laki-
laki lebih berharga sehingga merekalah yang ditanyakan keberadaan dan 
jumlahnya dalam sebuah keluarga. 
Orang seringkali begitu saja menyamakan gender dengan jenis kelamin. 
Misalnya, orang tua sering mengajarkan kepada anak laki-lakinya, “Jangan 
menangis. Kamu ‘kan laki-laki! Laki-laki tidak boleh menangis.” Atau, seorang 
ibu berkata kepada anak perempuannya, “Kamu harus membantu Ibu di 
dapur, karena itu adalah tugas seorang anak perempuan.” Anak laki-laki yang 
menangis dianggap banci. Anak perempuan yang lebih suka bermain di 
luar ketimbang membantu ibunya di dapur dianggap tomboy atau kelelaki-
lelakian. Kenyataannya, menangis adalah sebuah ungkapan emosi yang wajar 
bagi manusia entah laki-laki maupun perempuan. Membantu ibu memasak 
di dapur pun bisa dilakukan oleh seorang anak laki-laki. Sebelumnya sudah 
disinggung betapa banyak juru masak dan perancang mode laki-laki sekarang. 
Karya mereka ternyata dihargai tinggi oleh masyarakat kita.
Keadilan gender adalah suatu proses dan perlakuan adil terhadap 
perempuan dan laki-laki. Dengan adanya keadilan gender berarti tidak 
ada pembakuan peran, beban ganda, subordinasi, marginalisasi terhadap 
kelompok yang dianggap lebih lemah, dan kekerasan terhadap perempuan 
maupun laki-laki. 
Terwujudnya kesetaran (persamaan) dan keadilan gender ditandai dengan 
tidak adanya diskriminasi (pembedaan) antara perempuan dan laki-laki. Dengan 
demikian, mereka memiliki akses pada berbagai bidang kehidupan. Memiliki 
akses dan dapat berpartisipasi berarti memiliki peluang atau kesempatan untuk 
memperoleh keadilan di berbagai bidang kehidupan. Kesetaraan gender juga 
meliputi penghapusan diskriminasi dan ketidakadilan struktural, baik terhadap 
laki-laki maupun perempuan. 
Di Indonesia, masih banyak orang yang kurang memiliki kesadaran gender 
sehingga akibatnya masih cukup banyak perempuan yang tertinggal di 
berbagai bidang kehidupan. Misalnya, masih ada orangtua Indonesia yang 
memberikan prioritas utama kepada anak laki-laki untuk bersekolah daripada 
anak perempuan. Angka buta huruf bagi kaum perempuan lebih banyak 
daripada kaum laki-laki. Ketertinggalan perempuan mencerminkan masih 
adanya ketidakadilan dan ketidaksetaraan antara laki-laki dan perempuan di 
Indonesia. 
Pada masa kini, di Indonesia hak-hak perempuan dijamin oleh UU. Misalnya, 
perempuan yang mengalami kekerasan dalam rumah tangga (dipukul ataupun 
dihina oleh suami), dapat melaporkan peristiwa tersebut kepada pihak 
kepolisian. Selanjutnya, polisi akan melakukan tindakan hukum terhadap pihak 
yang melakukan kekerasan.

Pemahaman Alkitab tentang Ras, Etnis dan Gender

1. Apa Kata Alkitab Tentang Ras dan Etnis?
Kitab Perjanjian Lama memberi ruang pada kepelbagaian. Anak-anak
keturunan Abraham dan Yakub diminta untuk memberi tumpangan bagi
orang asing di rumah mereka. Hak-hak orang asing juga diperhatikan. Kitab
Keluaran 22:21 menulis “janganlah menekan atau menindas orang asing sebab
kamu pun dahulu orang asing di tanah Mesir”. Kemungkinan orang asing yang
dimaksudkan adalah orang yang berasal dari daerah yang berbeda atau dari
suku bangsa yang berbeda.Dalam Perjanjian Baru, sikap dua orang tokoh sentral, yaitu Yesus dan Rasul
Paulus jelas mengisyaratkan solidaritas dan tidak membeda-bedakan ras dan
etnis. Para pengikut Rasul Paulus terdiri dari orang Yahudi helenis, orang Yunani
bahkan orang-orang dari Asia kecil.
Yesus menceritakan sebuah perumpamaan yang menarik tentang “Orang
Samaria yang murah hati” (Luk. 10: 25-37). Orang Israel memandang rendah
orang Samaria dan mereka tidak mau bergaul dengan orang Samaria. Ibadah
orang Samaria juga dipandang sebagai ibadah yang tidak murni lagi karena
bercampur dengan sistem ibadah etnis lain yang ada di sekitar Samaria.
Perumpamaan ini menarik karena Yesus memakainya untuk menjawab
pertanyaan orang-orang Yahudi tentang siapakah sesama manusia. Yesus
mengajarkan kepada mereka bahwa sesama manusia adalah semua manusia
ciptaan Allah. Sesama manusia adalah mereka yang peduli serta menunjukkan
solidaritasnya bagi sesama melewati batas-batas agama dan etnis.
Sejajar dengan itu, Rasul Paulus juga mengatakan tidak ada orang Yunani
atau bukan Yunani, semua orang dikasihi Allah (Rm. 10:12). Tuhan Allah itu
adalah Allah yang Esa dan yang menciptakan manusia dalam kepelbagaian.
Ternyata, sikap diskriminatif terhadap ras dan etnis bukan hanya ada di zaman
kini saja, tetapi sejak zaman Perjanjian Baru pun hal itu terjadi. Yesus menangkap
hal tersebut, karena itu Ia selalu memperingatkan para pengikut-Nya untuk
menghargai sesama manusia. Murid-murid Yesus pun berasal dari berbagai
tempat dan tidak ada seleksi etnis dan daerah geografis tempat tinggal.
Yesus memilih mereka dan menanyakan kesediaannya untuk mengikut-Nya.
Komitmen dan hati manusia lebih utama dibandingkan dengan tempat asal,
suku bangsa maupun warna kulit.
Pernyataan tersebut di atas diperkuat dengan Injil Matius 22:37-39, Markus
12:28-34, dan Lukas 10:25-28. Bagian kitab tersebut berisi tentang kasih kepada
Allah dan kepada sesama manusia. Perintah kasih itu bersifat universal, artinya
berlaku untuk semua manusia di semua tempat.
Apa yang disampaikan tersebut merupakan kutipan yang memperkuat
pandangan terhadap keadilan ras dan etnis atau suku bangsa. Sementara itu,
ada juga kutipan Alkitab yang sering disalahartikan seolah-olah ada ras yang
dikutuk dan karena itu mereka selalu menjadi ras yang terbelakang. Contohnya,
kisah pada Kejadian 9: 18-27. Salah satu anak Nuh, yaitu Ham yang juga disebut
sebagai “Kanaan” telah berlaku tidak sopan dan tidak hormat pada ayahnya,
Nuh. Ketika Nuh mabuk dan telanjang, ia tidak menutupi tubuh Nuh, ia malah
menceritakan aib ayahnya. Sebaliknya dengan kedua saudaranya, Sam Yafet. Ketika mereka mendengar hal itu, mereka masuk ke kamar ayahnya dan
menutupi tubuhnya yang telanjang tanpa menoleh ke arah ayahnya. Setelah
sadar dari mabuknya, Nuh mengetahui hal itu, ia sangat marah dan mengutuk
Ham. Kutukan itu adalah kutukan seorang ayah kepada anaknya dan bukan
kutukan terhadap ras yang berasal dari keturunan Ham. Ada banyak kalangan
yang salah menafsirkan bahwa keturunan Ham yang merupakan cikal bakal
ras Aria itu menjadi budak akibat kutukan Nuh. Padahal Nuh tidak pernah
mengutuk ras dan etnis tertentu.
2. Apa Kata Alkitab tentang Kesetaraan Gender?
Ada beberapa contoh di Alkitab tentang Yesus yang memperhatikan kaum
perempuan sebagai orang yang seringkali dinomorduakan bahkan direndahkan
di kalangan orang-orang Israel. Misalnya: Yesus menerima seorang perempuan
yang meminyaki kakinya. Ia juga berteman dengan Marta dan Maria. Yesus
mendobrak struktur budaya masyarakat Yahudi yang merendahkan perempuan
dan memang sangat diskriminatif. Misalnya, perempuan tidak boleh tampil
di depan umum dan memperoleh pendidikan. Yesus malah bergaul dengan
Marta dan Maria, saudari-saudari Lazarus. Ia berkunjung ke rumah mereka dan
mengajar Maria. Ia juga makan bersama mereka.
Yesus juga mengampuni seorang perempuan yang berzina, padahal
menurut hukum Yahudi, perempuan yang berzina harus dihukum dengan cara
dilempari batu sampai meninggal. Sementara itu, laki-laki yang berselingkuh
dengannya bebas. Sungguh ironis sikap Yesus, ketika perempuan yang berzina
(berselingkuh) itu dihadapkan kepada-Nya untuk dihukum, Yesus bertanya
kepada orang banyak yang ada di sana, kata-Nya, “Siapa di antara kamu yang
tidak berdosa, silakan melempari perempuan ini!” Semua orang bubar dan
tidak jadi melempari perempuan itu dengan batu. Karena mereka semua sadar
bahwa semua manusia berdosa. Kemudian Yesus berkata kepada perempuan
itu, “Aku pun tidak menghukum kamu, pergilah dan jangan berbuat dosa lagi.”
Sikap tersebut merupakan salah satu cara Yesus mendobrak adat, norma,
kebiasaan yang telah terbentuk (terstruktur) dalam masyarakat Yahudi yang
merugikan dan menindas perempuan.
Dalam Kitab Perjanjian Lama, tampil beberapa perempuan sebagai
pemimpin yang mempunyai peran penting dalam menyelamatkan bangsa
Israel. Para perempuan itu, antara lain: Debora, Miriam dan Ratu Ester. Debora
adalah Hakim yang memimpin bangsa Israel setelah kematian Yosua. Miriam
adalah saudara perempuan Musa dan Harun. Ia berperan sebagai seorang
nabiah yang memimpin dan mengajar bangsa Israel bersama dua orangsaudaranya, Musa dan Harun. Ratu Ester berperan menyelamatkan bangsa
Israel dari pembunuhan yang direncanakan oleh Haman, pembantu Raja
Ahasyweros dalam pemerintahan.
Dapat disimpulkan bahwa Alkitab tidak merendahkan kaum perempuan.
Bahkan dari cerita penciptaan, dapat terlihat betapa pentingnya peranan kaum
perempuan, begitu pula laki-laki. Jadi, hak laki-laki dan perempuan merupakan
hak asasi yang diberikan Allah sejak manusia diciptakan. Dengan demikian,
paham kesetaraan gender telah ada sejak manusia diciptakan. Manusia laki-laki
dan perempuan hanya memiliki perbedaan dari segi seks, yang satu berjenis
kelamin laki-laki dan yang lainnya berjenis kelamin perempuan sedangkan
martabat, harga diri dan hak-hak sebagai manusia adalah sama.

Sikap Remaja Kristen Terhadap Perbedaan Ras

Dalam kehidupan sosial kemasyarakatan, diskriminasi ras, etnis dan gender
adalah sikap yang melanggar hak asasi manusia. Secara alami, ada manusia
yang memang berbeda satu dengan yang lainnya baik dari jenis kelamin, ras
maupun etnis. Perbedaan itu tentu membawa pengaruh bagi keberadaan
seseorang. Namun, perbedaan itu tidak dapat dijadikan alasan pelecehan
ataupun perendahan terhadap sesama manusia. Dari segi iman kristiani,
Alkitab tidak pernah mengajarkan sikap diskriminasi terhadap manusia yang
berbeda ras, etnis atau suku bangsa maupun jenis kelamin. Semua manusia
memiliki harkat dan martabat yang sama sebagai makhluk mulia ciptaan Allah.
Oleh karena itu, pemberian label negatif terhadap sesama yang berbeda ras,
etnis dan jenis kelamin adalah sikap yang bertentangan dengan iman kristiani.

Kiranya hari kalian selalu semangat
Teruslah berusaha untuk lebih dekat dengan Tuhan dan mengasihi sesama. 
Tuhan Yesus mengasihi kalian semua siswa siswi SMK Kanaan

Minggu, 09 Mei 2021

Mensyukuri Anugerah Allah Lewat perkembangan IPTEK

 Shalom

BAB

Mensyukuri Anugerah Allah Lewat Perkembangan IPTEK 

Bahan Alkitab: Kejadian 1:27-28; 6:14-15; Amsal 1:7 


A. Pendahuluan

Dahulu jika bepergian dari satu tempat ke tempat lain orang melakukannya dengan jalan kaki. Sekarang orang berpergian dengan menggunakan mobil, kereta, kapal laut, pesawat udara, dan lain-lain. Dalam telekomunikasi juga mengalami perkembangan. Dahulu orang berkomunikasi jarak jauh dengan menggunakan surat. Lalu berkembang dengan menggunakan telepon, telepon genggam atau handphone, bahkan sekarang menggunakan internet untuk berkomunikasi dengan menggunakan chatting pada social network dan video call. Pada era globalisasi ini manusia menikmati berkat dari ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek). Teknologi selalu disangkut-pautkan dengan alat-alat canggih dan modern yang mempermudah kehidupan kita, sedangkan ilmu pengetahuan disangkut-pautkan dengan teori-teori tentang hal-hal yang berkaitan dengan kehidupan kita seperti pelajaran yang diterima di sekolah. Akan tetapi kemajuan Iptek tidak selalu menjadi berkat. Dengan kemajuan Iptek orang cenderung bergantung pada Iptek dan mulai menggeser posisi utama Tuhan di dalam hati. Lalu bagaimana dengan iman Kristen dalam menghadapi dan menyikapi kemajuan dunia dalam era globalisasi yang serba Iptek ini? Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti 125

B. Uraian Materi

 1. Kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi *Ilmu Pengetahuan Kamus Besar Bahasa Indonesia menyatakan bahwa ilmu pengetahuan adalah pengetahuan tentang suatu bidang yang disusun secara bersistem menurut metode tertentu, yang dapat digunakan untuk menerangkan gejala-gejala tertentu. Ilmu pengetahuan menurut Horton P. B. dan Chester L. H. (1993) merupakan upaya pencarian pengetahuan yang dapat diuji dan diandalkan, yang dilakukan secara sistematis menurut tahap-tahap yang teratur dan berdasarkan Prinsip-prinsip serta prosedur tertentu sedangkan teknologi adalah penerapan penemuan-penemuan ilmiah untuk memecahkan masalah-masalah praktis. *Teknologi Secara etimologis, teknologi berasal dari kata techne yang berarti suatu rangkaian yang berkaitan dengan pembuatan suatu objek atau prinsip atau metode dan seni. 

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, definisi dari teknologi adalah 

1) Metode ilmiah untuk mencapai tujuan praktis; ilmu pengetahuan terapan,

 2) Keseluruhan sarana untuk menyediakan barang-barang yang diperlukan bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia. 126 Kelas XI SMA/SMK

Berikut ini definisi teknologi menurut para ahli. 

a. Teknologi adalah seluruh perangkat ide, metode, teknik benda-benda material yang digunakan dalam waktu dan tempat tertentu maupun untuk memenuhi kebutuhan manusia 

b. Teknologi adalah suatu perilaku produk, informasi, dan praktik-praktik baru yang belum banyak diketahui, diterima, dan digunakan atau diterapkan oleh sebagian warga masyarakat dalam suatu lokasi tertentu dalam rangka mendorong terjadinya perubahan individu dan atau seluruh warga masyarakat yang bersangkutan. 

c. Teknologi merupakan perkembangan suatu media/alat yang dapat digunakan dengan lebih efisien guna memproses serta mengendalikan suatu masalah. 

Kata teknologi juga digunakan untuk merujuk sekumpulan teknik-teknik. Dalam konteks ini, teknologi adalah keadaan pengetahuan manusia tentang bagaimana cara untuk memadukan sumber-sumber, guna menghasilkan produk-produk yang dikehendaki, menyelesaikan masalah, memenuhi kebutuhan, atau memuaskan keinginan yang meliputi cara atau metode, keterampilan, proses, teknik, perangkat, dan bahan mentah. Jadi, yang dimaksud dengan teknologi adalah suatu benda atau objek yang diciptakan oleh manusia yang bisa bermanfaat bagi kelangsungan hidup manusia. Teknologi yang diciptakan oleh manusia pada mulanya hanya sebuah alat-alat sederhana, namun memberikan dampak yang sangat besar bagi manusia. Dengan inovasi berkelanjutan yang dilakukan oleh manusia, membuat teknologi sangat cepat berkembang. 

2. Dampak Positif dan Negatif dari Berkembangnya Iptek

Iptek yang Digunakan Dampak Positif Iptek Dampak Negatif 

Iptek Sikap Saya Di era globalisasi ini, Iptek menjadi faktor yang sangat memengaruhi kehidupan. Iptek menjadi faktor penentu keberadaan dan kemajuan masyarakat. Saat ini Iptek terus dikembangkan sesuai dengan kebutuhan dan semakin terasa dampaknya bagi kehidupan kita. Hampir seluruh aspek kehidupan kita berkaitan erat dengan teknologi, kita jadi semakin dipermudah dan lebih menghemat waktu dalam segala hal. Dalam bidang ekonomi misalnya, dahulu untuk menjual barang atau jasa kita harus mencari tempat untuk berjualan, harus mengeluarkan uang yang lebih banyak, dan belum bisa menjangkau orang di bagian tempat lainnya yang jauh, tetapi sekarang barang atau jasa itu bisa kita jual melalui internet. Melalui internet tidak butuh tempat yang luas, lebih mudah dalam memasarkannya, lebih bisa menjangkau orang banyak dan lebih hemat waktu, konsumen pun tidak perlu berdesak-desakkan di pasar atau berjalan keliling mall. Hanya dengan mentransfer sejumlah uang, barang yang kita inginkan sudah bisa kita miliki. Tetapi kita harus hati-hati dalam membeli barang melalui internet, karena tidak sedikit orang yang tertipu. Kadang barang tidak sesuai dengan gambar yang dipromosikan, atau bahkan ketika kita sudah mentransfer uang barang tidak sampai kepada kita. Jadi ada hal positif dan negatifnya dalam kemajuan teknologi ini. Dalam aspek sosial budaya dan kehidupan sehari-hari teknologi juga memberikan dampak positif yang tidak sedikit. Informasi yang diperoleh dapat langsung dipublikasikan dan diterima oleh banyak orang dengan cepat melalui media-media yang ada, setiap orang jadi dapat saling bertukar informasi. 128 Kelas XI SMA/SMK

Memudahkan kita dalam belajar karena sudah banyak teknologi yang mendukung, misalnya dengan adanya proyektor, LCD, mikroskop, dan lain-lain. Hubungan sosial antarmasyarakat bisa berlangsung di mana saja dan kapan saja walaupun berjauhan dan berada dalam zona waktu yang berbeda, tetapi dapat berinteraksi. Sosialisasi kebijakan pemerintah dapat lebih cepat sampai ke masyarakat, dengan adanya pemberitaan di radio, televisi, dan internet, sehingga masyarakat dengan mudah dan cepat mengetahui peraturan dan kebijakan pemerintah yang sudah atau baru dikeluarkan. Masyarakat dapat mempublikasikan kebudayaan yang dimiliki ke masyarakat luas untuk dipelajari dan dilestarikan, tidak hanya dalam satu negara, tetapi dapat juga antarnegara. Selain dampak positif di atas, teknologi juga memiliki dampak negatif bagi manusia. Muncul kejahatan baru seperti penipuan, penculikan, pencurian nomor kartu kredit, pornografi, pengiriman virus dan spam, penyadapan saluran telepon dan masih banyak kejahatan yang dilakukan dengan menggunakan fasilitas teknologi. Banyak perilaku menyimpang yang terjadi, khususnya pada remaja karena tidak bisa memilih mana yang harus diterima dan mana yang harus ditolak. Tingkat kepercayaan kepada lingkungan sekitar menurun, karena lebih percaya dengan internet untuk mencari informasi dibandingkan bertanya langsung kepada orang yang mengetahuinya. Ketergantungan kepada internet semakin meningkat. Privasi bukan lagi menjadi sesuatu yang mahal, dengan adanya situs jejaring sosial memberikan penggunanya kebebasan untuk membuka diri dan melihat info serta privasi orang lain. Contohnya: facebook, twiter, dan lain-lain. Budaya asli yang terkikis karena masuknya budaya asing. Masyarakat jauh lebih mengerti dan mempelajari tentang budaya luar dibandingkan dengan budaya asli yang kita miliki. Terkadang membuat kita menjadi malas dan tidak kreatif. Karena kecanggihan teknologi, seseorang bisa dengan mudah menggandakan tugas teman atau mengunduhnya di internet. Meningkatnya angka pengangguran karena teknologi dapat menggantikan manusia dalam segala bidang. Iptek diibaratkan seperti pisau, jika digunakan oleh cheff (pemasak profesional) pisau itu akan sangat bermanfaat, tetapi jika digunakan oleh pembunuh, maka pisau itu akan merugikan banyak orang. Artinya Iptek bisa membantu serta memudahkan kita dalam segala aktivitas, tetapi juga bisa menjadi bumerang Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti 129

untuk kita jika kita tidak mampu memilih mana yang harus diterima, mana yang harus ditolak, mana yang benar, dan yang salah. Kita harus bisa menanggulangi dan mencegah dampak negatif tersebut agar tidak terjadi. 

3. Sikap dalam Menghadapi Perkembangan Iptek 

Bagaimana seharusnya orang Kristen menyikapi perkembangan Iptek? Apakah orang Kristen harus menerima Iptek dengan tangan terbuka? Ataukah harus menolak Iptek demi pemeliharaan iman kepada Yesus Kristus? Menerima atau menolak? Amsal 1:5 menjelaskan: Baiklah orang bijak mendengar dan menambah ilmu dan baiklah orang yang berpengertian memperoleh bahan pertimbangan. Dari ayat di atas, jelas bahwa Tuhan memerintahkan bagi manusia untuk senantiasa mengembangkan ilmu pengetahuan yang ada dalam dirinya dan terus mencari suatu bahan pertimbangan, agar manusia menjadi bijak dan berpengertian. Ilmu dan pengertian yang kita dapat haruslah dimanfaatkan sebagai sarana bagi kemuliaan nama Tuhan dan bagi kesejahteraan sesama umat manusia, sebagai wujud ucap syukur atas karunia Tuhan berupa akal budi, kepandaian, kecerdasan, dan talenta yang dianugerahkan-nya bagi kita. Artinya, Allah tidak pernah melarang penggunaan Iptek, dan menolak Iptek berarti melanggar firman Tuhan. Tetapi yang terpenting dalam hal ini ialah bagaimana kita memanfaatkan Iptek itu dalam terang firman Tuhan. 

Dalam Kejadian 1:27-28, Allah memberikan manusia suatu amanat Illahi (Mandat Budaya) yaitu untuk menaklukkan alam semesta. Untuk dapat menaklukkan alam semesta, manusia membutuhkan pengetahuan. Manusia harus mampu untuk memeriksa alam serta mengambil suatu tindakan yang tepat bagi kesejahteraan alam semesta. Untuk itu, manusia perlu ilmu pengetahuan. Jadi ilmu pengetahuan, bukanlah musuh bagi orang Kristen, melainkan sebagai jalan untuk lebih mengenal dan mendekatkan diri kepada Tuhan, apabila manusia dapat memanfaatkan ilmu pengetahuan sebagai saluran beribadah untuk memuji dan memuliakan nama Tuhan. 

Sumber : Dokumen Kemdikbud Gambar 13.1 Baik remaja di kota, di desa, dan di pedalaman dia harus banyak belajar dan menguasai teknologi. Iptek adalah berkat yang harus dikembangkan. 

C. Penutup 

Rangkuman Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi adalah sesuatu yang tidak bisa kita hindari dalam kehidupan ini karena kemajuan teknologi akan berjalan sesuai dengan kemajuan ilmu pengetahuan. Ini semua merupakan karunia Tuhan. Perkembangan teknologi memang sangat diperlukan. Setiap inovasi diciptakan untuk memberikan manfaat positif bagi kehidupan manusia. Memberikan banyak kemudahan, serta sebagai cara baru dalam melakukan aktivitas manusia. Semuanya harus kita syukuri. Sebagai seorang remaja Kristen hendaknya menyikapi Iptek tersebut dengan baik, termasuk dalam menggunakannya, mengembangkannya dan lain sebagainya. Karena ilmu pengetahuan merupakan anugerah pemberian Tuhan. Kita hendaknya mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi itu berdasarkan sikap yang Takut akan Tuhan yang berdasarkan Alkitab. Iptek yang kita dapat haruslah dimanfaatkan sebagai sarana bagi kemuliaan nama Tuhan dan bagi kesejahteraan sesama umat manusia, sebagai wujud ucap syukur atas karunia Tuhan berupa akal budi, kepandaian, kecerdasan, dan talenta yang dianugerahkan-nya bagi kita. 


SENI TARI KELAS 9

Tari Kreasi kelas 9