Selasa, 23 Maret 2021

Indahnya Mengampuni (Bahan Alkitab: Kejadia 45:1-14; Matius 6:14-15 dan Matius 18: 22-35)

 

                    MODUL PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DAN BUDI PEKERTI
KELAS VII SEMESTER 1

Mata Pelajaran

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti

Kelas/Semester

VII/Gasal

Tema

Indahnya Mengampuni (Bahan Alkitab: Kejadia 45:1-14; Matius 6:14-15 dan Matius 18: 22-35)

Pengantar

Shalom, selamat berjumpa dalam pembelajaran PABP. Pada modul 1 ini kita akan belajar tentang Indahnya Mengampuni. Namun, sebelumnya marilah kita berdoa terlebih dahulu. Mengingatkan kepada peserta didik sekalian tetap mengenakan protokol kesehatan untuk menjaga kesehatan diri.

Apakah kamu pernah mendengar nama Nelson Mandela? Ia adalah seorang tokoh pejuang Afrika Selatan yang memperjuangkan keadilan bagi kaum kulit hitam di Afrika Selatan yang ditindas dan diperlakukan secara tidak adil. Demi memperjuangkan nasib kaumnya, ia dipenjara lebih dari 20 tahun. Setelah Nelson Mandela dibebaskan dan memenangkan pemilihan umum di Afrika Selatan dan terpilih sebagai presiden, orang pertama yang diundang untuk makan malam bersamanya adalah kepala penjara. Padahal dalam masa hukumannya, kepala penjara itu banyak merugikan dirinya. Ketika para wartawan mengajukan pertanyaan kepadanya: mengapa Anda memberi prioritas pada kepala penjara yang sering menyakiti Anda? Maka jawab Mandela:”Kamu harus terlebih dahulu mengampuni seseorang yang berada di dekatmu dan paling banyak menyakitimu. Jika kamu mampu melakukannya, kamu dapat mengampuni semua orang yang melakukan kejahatan padamu”.

 

Mengampuni berarti membebaskan dirimu dari kebencian dan membiarkan perasaan damai menguasai hatimu. Sikap yang luar biasa, bukan? Pernahkah kamu mengampuni atau diampuni seseorang? Coba ceritakan pengalamanmu itu secara berkelompok atau kamu dapat berbagi dengan teman sebangku  tentang bagaimana kamu mengampuni ataupun diampuni oleh seseorang. Apa yang kamu rasakan setelah mengampuni atau diampuni olehnya? Sebaliknya, adakah pengalaman ketika kamu tidak bersedia mengampuni orang lain ataupun tidak diampuni oleh orang lain, bagaimana perasaanmu?

Tujuan Pembelajaran

Setelah mengikuti proses pembelajaran, peserta didik diharapkan dapat:

 

1.      Mendiskripsikan arti mengampuni

2.      Mengidentifikasi tokoh yang bernama Nelson Mandela

3.      Menganalisa dampak dari mengampuni bahi hidup manusia melalui cerita Yusuf

4.      Mengemukakan cara Allah menyelamatkan manusia berdosa

5.      Membuat doa permohonan pengampunan dosa dengan benar

Kegiatan Pembelajaran :

 

Kegiatan Awal :

1.      Diawali dengan berdoa

2.      Menyanyikan lagu “Dihapuskan dosaku”

Kegiatan Inti:

1.      Peserta didik membaca (literasi) pada buku siswa halaman 2

2.      Peserta didik membaca rangkaian materi pada pokok bahasan pada buku siswa halaman 3 s/d 5

 

Kegiatan Penutup :

Peserta didik mengerjakan latihan soal pilihan ganda dan membuat rangkaian doa yang isinya memohon pengampunan atas dosa-dosa yang telah diperbuat .

 

Materi

 

Mengampuni artinya kita memaafkan seseorang atas kesalahan yang dilakukannya dan tidak mengungkit kesalahan itu lagi. Pada kenyataannya cukup sulit untuk melakukannya. Mengapa? Karena tiap orang memiliki sifat egois atau keakuan yang cenderung menempatkan dirinya sebagai orang yang paling benar sedangkan orang lain selalu menjadi pihak yang salah. Mengapa demikian? Karena kita selalu tergoda untuk hanya melihat ke dalam diri kita saja, kita berpikir dari sudut diri sendiri, dan lupa untuk berpikir dari sudut orang lain. Contohnya, jika terjadi masalah atau pertikaian dengan teman, kita cenderung menyalahkan teman tanpa mau bersusah payah mencari tahu mengapa dia marah pada kita. Padahal kemungkinan ada perbuatan kita yang tidak berkenan baginya. Banyak orang mengira mengampuni berarti melupakan masalah, merelakan kesalahan orang lain, membebaskan diri dari kebencian, dendam dan marah. Sebenarnya mengampuni itu adalah  perbuatan yang terutama kita lakukan untuk diri kita sendiri tanpa melupakan orang yang menyakiti kita.

 

Dengan mengampuni kita melepaskan diri kita dari amarah dan dendam, bukan melepaskan orang lain dari pikiran kita. Namun seberapa dalam pun luka yang telah terjadi, kita tidak akan sembuh dari luka itu sampai kita mengampuni kesalahan orang yang bersangkutan. Pengampunan adalah sebuah keputusan dari hati dan mengampuni tidaklah mengubah masa lalu, melainkan mencerahkan masa depan. Artinya, pengampunan yang diberikan tidak berarti menghapus masa lalu karena semua sudah terjadi. Dengan mengampuni, seseorang dibebaskan dari beban kebencian, dan hati terasa damai. Dengan begitu langkah ke depan menjadi cerah.

 

Apakah Mudah untuk Melupakan Rasa Sakit Hati Kita?

Dalam beberapa kasus sangat sulit untuk menyembuhkan luka hati dan rasa benci, tetapi  perlu diingat bahwa pengampunan itu dapat berarti hal seperti berikut ini.

1.  Membebaskan diri dari beban kebencian dan menggantinya dengan damai sejahtera. Coba kamu ambil air putih dan tuangkan kopi kental atau teh sedikit demi sedikit. Lama kelamaan air putih akan  berubah menjadi kuning untuk teh  dan hitam untuk kopi. Seperti itulah hatimu diubah dari putih menjadi hitam. Kamu tidak ingin hatimu pekat seperti kopi, bukan?

2.  Tidak berarti kita bersedia terluka untuk kedua kalinya. Yusuf memastikan bahwa saudara-saudaranya telah berubah dan dia tidak akan menjadi korban untuk kedua kalinya. Jadi, kamu dapat mengampuni tetapi tidak menyerahkan dirimu untuk menjadi korban kemarahan ataupun tindakan negatif lainnya.

 

Bagaimana Mengampuni?

 

Kamu pernah dipermalukan oleh seseorang dan hal itu selalu tersimpan di dalam ingatanmu. Makin kamu mengingatnya, makin dalam rasa benci. Coba kamu berpikir, mengapa dia melakukan hal itu padamu! Kemudian, cobalah membuat daftar penyebabnya. Misalnya, karena kamu pintar dan tekun belajar, atau karena kamu cenderung tidak mau bergaul sehingga teman-teman memiliki pemahaman yang salah tentang dirimu. Mungkin karena kecerobohanmu menyebarkan rahasia yang dipercayakan padamu, atau karena kamu lalai mengundangnya ke pesta ulang tahunmu, atau karena kamu punya teman baru. Jika dirunut, selalu ada hubungan sebab akibat dalam rusaknya sebuah hubungan yang berakhir dengan pertengkaran dan kebencian, juga dendam. Jika kita bersikap objektif, kita akan temukan bahwa kedua belah pihak turut menyebabkan rusaknya hubungan antarteman atau saudara.

 

Dalam kisah Yusuf dan saudara-saudaranya, ia sadar bahwa dahulu ayahnya terlalu mencintai dan mengistimewakan dirinya. Hal itu menyebabkan saudara-saudaranya iri hati dan mereka membencinya. Wujud dari kebencian itu, mereka menjualnya sebagai budak. Namun, dia tidak membenci mereka, tetapi juga Yusuf tidak secara otomatis mengampuni saudara-saudaranya. Dia menguji saudara-saudaranya dengan cara menyelipkan piala ke dalam karung adik mereka yang paling kecil. Yusuf ingin menguji saudarasaudaranya apakah mereka telah berubah, atau mereka akan mengorbankan adiknya seperti dahulu ketika mereka membenci dan menjualnya sebagai budak. Ternyata, saudara-saudaranya telah berubah. Mereka membela adiknya Benyamin serta menangisinya, bahkan kakak tertua rela ditahan untuk menggantikan adiknya.  Dengan cara itu, Yusuf mengetahui  bahwa kini saudara-saudaranya telah berubah dan karena itu, sudah waktunya dia menyatakan dirinya pada mereka dan memaafkan mereka. Yusuf tidak menanti supaya saudara-saudaranya ketakutan dan mengemis untuk dimaafkan, tetapi dialah yang mengambil inisiatif untuk mendatangi mereka.

 

Jadi, pengampunan yang kita berikan pada seseorang hendaknya lahir dari niat baik dan ketulusan hati kita. Yusuf pada dasarnya memiliki hati pemaaf. Sejak dia melihat mereka, dia sudah mulai berupaya menciptakan pemulihan hubungan persaudaraan mereka. Amatlah penting untuk menghubungkan pengampunan atau memaafkan dengan memulihkan hubungan. Mengapa demikian? Jika kita mengampuni seseorang, upaya kita tidak berhenti hanya pada sekadar mengampuni, kita juga berupaya memulihkan hubungan kita dengan orang itu. Jika mengandalkan kemampuanmu sendiri, tentu sangat  sulit untuk mengampuni sesama. Mintalah Tuhan membantu kamu untuk memberi hikmat supaya dapat mengampuni orang lain dan juga bersedia mohon maaf pada orang lain atas kesalahanmu.

 

Matius 18:22-35 yang berisi perumpamaan mengenai orang yang kesalahannya telah diampuni, tetapi dia tidak mau mengampuni kesalahan orang lain. Sang raja adalah Tuhan, sedangkan yang berutang adalah umat Tuhan. Simpulan perumpamaan ini terdapat dalam (ayat 35).



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SENI TARI KELAS 9

Tari Kreasi kelas 9