Minggu, 08 Agustus 2021

Bertumbuh Sebagai Keluarga Allah Bacaan Alkitab: Yohanes 15:1-8; Lukas 8:4-15, Mazmur 1:1-6

 

Bertumbuh Sebagai Keluarga Allah
Bacaan Alkitab: Yohanes 15:1-8; Lukas 8:4-15, Mazmur 1:1-6


Mapel    : PAKBP

Kelas    : XI MM-OTKP

Guru    : Vita Ria Pratiwi, S.Pd

KD 3.1 Memahami peran Allah dalam kehidupan keluarga
KD 4.1 Bersaksi tentang peran Allah dalam keluarganya


1. Bertumbuh Sebagai Keluarga Allah




A.          Keluarga yang Bertumbuh

    Apa yang kamu pahami dengan bertumbuh sebagai keluarga Allah?

Bertumbuh sebagai keluarga Allah berarti keluarga bertumbuh di dalam Kristus yang mempunyai makna lebih mengenali Dia, lebih mengasihi dan menaatiNya. Keluarga Kristen merupakan pusat dan tujuan dari perjanjian Allah, yakni untuk menjadi saksi bagi dunia. Karena itu di dalam anugerah Allah, kita sebagai anggota keluarga Kristen harus melakukan yang terbaik dalam membangun keluarga yang berkenan kepada Allah. Keluarga yang berkenan kepadaNya adalah keluarga yang berakar, bertumbuh dan berbuah di dalam Kristus. Seperti pengajaran Tuhan Yesus yang menggambarkan bahwa Allah memiliki tujuan yang jelas bagi setiap manusia ciptaanNya termasuk keluarga, yaitu agar umat manusia bertumbuh, lalu menghasilkan buah (Yohanes 15:1-8).


a.    Berakar

Berakar menunjuk pada pohon dan tanaman lain yang akarnya tertancap jauh di dalam tanah. Akar berfungsi untuk memungkinkan tanaman bertahan hidup dan untuk memperkuat atau memperkokoh berdirinya satu tanaman.

Sama halnya dengan keluarga yang berakar dalam Kristus, sumber kehidupan. Keluarga yang mendasarkan dan menjadikan Kristus sebagai fondasi dalam kehidupan keluarga, dan membiarkan Kristus menjadi Kepala keluarga yang memimpin kehidupan keluarga. Dengan demikian, keluarga akan mampu menghadapi setiap persoalan hidup yang menerpanya.

Keluarga yang berakar dalam Kritus juga berarti:

1)     Menjadikan firman Allah sebagai tempat tinggal keluarga.

2)     Menyampaikan pengalaman atau kesaksian iman para leluhur kepada anggota keluarganya.

    

    b.    Bertumbuh

Tanaman dikatakan bertumbuh apabila ia menampakkan perubahan. Kunci untuk bertumbuh bagi keluarga Kristen adalah mempelajari firman Tuhan, memperkatakan firman Tuhan dan melakukan firman Tuhan dalam hidup sehari-hari.

Beberapa aspek pertumbuhan dalam keluarga adalah sebagai berikut:

1) Keluarga sebagai tempat bernaung kudus, artinya keluarga memberi perlindungan terhadap nilai-nilai yang merusak budaya keluarga.

2) Keluarga yang menyambut kehadiran Allah dalam kehidupan sehari-hari, misalnya menghadirkan simbol atau objek yang dapat mengingatkan kehadiran Allah (salib, gambar Kristen, lagu rohani, dan lain-lain).

3) Keluarga yang mencari tuntunan Allah yang dilakukan dalam berbagai pertemuan dan kebaktian keluarga

4) Keluarga yang menopang kehidupan religius/rohani masing-masing anggota keluarga.


Terdapat hambatan yang menyebabkan orang tidak bertumbuh, yaitu banyak orang Kristen datang beribadah dan sangat senang mendengar khotbah, namun hanya sekedar untuk kepuasan intelektual, tanpa memiliki sukacita dan kerinduan yang besar untuk mempraktekkannya dalam kehidupan. Hambatan lain adalah responnya terhadap firman Tuhan.

    c.   Berbuah

Seperti pohon yang menghasilkan buah, kehidupan keluarga kita pun harus menghasilkan buah kalau kita sudah berakar dan bertumbuh sebagai keluarga Allah. Buah yang dikehendaki Allah untuk dihasilkan oleh keluarga adalah melakukan kehendakNya sehingga keluarga menjadi kesaksian bagi sesama di dunia ini. Buah yang dihasilkan dalam keluarga dapat berupa:

1)     Pencerminan kasih Allah dalam kehidupan sebagai perwujudan nyata realisasi keluarga Allah.

2)     Penerimaan dan komitmen dalam keluarga untuk mengasihi tanpa syarat.

3) Pengukuhan dan dorongan antar anggota keluarga untuk menemukan kelebihan dan bakat masing-masing sebagai karunia Tuhan.


B.   Penutup

Rangkuman

1.    Berakar, bertumbuh dan berbuah di dalam Kristus adalah suatu hal yang diinginkan Tuhan terjadi pada setiap manusia ciptaanNya, termasuk keluarga. Individu dan keluarga tidak dapat bertumbuh dan berbuah kalau tidak berakar di dalam Kristus. Bertumbuh dalam hubungan dengan Kristus mempunyai makna lebih mengenali Dia, lebih mengasihi dan menaatiNya.

2.    Bertumbuh sebagai keluarga Allah berarti bertumbuh dalam pengenalan akan Allah melalui karyaNya, firmanNya dan pengorbanan AnakNya sebagai korban tebusan keselamatan bagi umat manusia.


Gbu all...

Kamis, 05 Agustus 2021

Hidup Berpengharapan

 

Modul 2

Mapel

Pendidikan Agama Kristen & Budi Pekerti

Kelas/Semester

VIII / Semester 1

Tema

BAB 2 - Hidup Berpengharapan

Pembukaan

Shalom anak – anak kelas depalan, berjumpa kembali dengan pelajaran Pendidikan Agama Kristen & Budi Pekerti. Untuk modul 2 kali ini kita akan membahas u  materi Bab 2 – Hidup Beriman. Namun sebelumnya kita berdoa terlebih dahulu supaya Tuhan menyertai belajar kita.

Tujuan pembelajaran

Setelah mengikuti proses pembelajaran, peserta didik diharapkan dapat:

ü Memahami makna hidup berpengharapan

ü Membandingkan ciri-ciri orang hidup berpengharapan dan tidak berpengharapan

ü Menunjukkan contoh perilaku berpengharapan

ü Menjabarkan pentingnya memiliki pengharapan

ü Menggali penyambutan Simeon atas kelahhiran tuhan Yesus dalam Injil Lukas 2:23

 

Kegiatan Pembelajaran

 

Kegiatan 1 : Memuji Tuhan “ Pelangi kasihNya” dan membaca cerita Ibu Monika dan keluarganya.

 

Kegiatan 2 : Melakukan pendalaman Alkitab Lukas 2:23 – 32 ; belajar dari Simeon

 

Kagiatan 3 : Doa pentutup dan mengerjakan LKPD

Materi

A.   Membaca Cerita

Di kota Thagaste, Afrika Utara, tinggallah keluarga dengan tiga orang  anak. Sang ibu bernama Monika. Ia adalah seorang Kristen yang taat. Sementara sang bapak bernama Patrisius, seorang pejabat tinggi di pemerintahan yang membenci kekristenan. Tak segan-segan ia mencemooh istrinya bila hendak mengajarkan iman Kristen kepada anak-anaknya. Di bawah pengaruh buruk sang bapak, anak sulungnya hidup dalam pesta pora, foya-foya, dan pergaulan bebas. Walaupun sang ibu terus menasihatinya, anak itu tetap saja bandel.

Melihat perilaku anak sulungnya, Monika merasa sangat sedih. Segala cara sudah ia coba untuk menyadarkan anak sulungnya. Namun, Monika selalu gagal, tapi, ia tidak putus asa. Dengan sabar, ia terus berusaha membimbing anaknya.     Ia juga tidak pernah putus berdoa bagi anak dan suaminya. “Kiranya Tuhan yang mahabaik dan mahakasih, melindungi dan membimbing suami dan putraku ke jalan yang benar dan dikehendaki-Nya,” demikian ia berdoa. Doa itu ia naikkan bertahun-tahun lamanya dengan tekun dan tabah.

Suatu hari Patrisius sakit keras. Sesaat sebelum meninggal dunia, ia bertobat dan meminta agar dibaptis. Sayangnya, hal tersebut tidak membuat anak tertuanya berubah. Ia tetap hidup dalam dunia kelam, tidak mau bertobat dan terus menyakiti hati ibunya. Hingga suatu saat sang anak memutuskan untuk meninggalkan ibunya dan pergi ke Italia. Hati Monika benar-benar hancur. Ia begitu sedih harus berpisah dari anaknya apalagi di usianya yang ke-29 tahun, anaknya belum berubah. Monika tidak kehilangan pengharapan. Ia terus mendoakan anaknya.

Saat itu pun tiba. Di Italia, tepatnya di Kota Milan, sang anak bertemu dengan Uskup Ambrosius yang kemudian membimbingnya secara pribadi. Akhirnya tepat pada 24 April 387, doa Monika yang dinaikkan lebih dari 20 tahun itu akhirnya terjawab. Hari itu, anaknya memberikan diri untuk dibaptis, memutuskan hidup baru, dan bertobat untuk kemudian meninggalkan dosa-dosanya.

Tujuh bulan kemudian, sang anak kembali ke Afrika Utara dan menjadi Uskup di Hippo pada usia 41 tahun. Sang anak adalah Agustinus, yang kemudian dikenal sebagai seorang Bapa Gereja yang disegani dan dihormati. Seseorang yang kemudian sangat berpengaruh dalam sejarah gereja. Terima kasih kepada Ibu Monika, yang tidak pernah kehilangan pengharapan dan tak sekalipun putus asa untuk mendoakan anaknya. Pengharapan yang mengubah hal yang sebelumnya mustahil menjadi kenyataan. (Sumber: Augustine of Hippo oleh Peter Brown, 1967).

 

B.    Belajar dari tokoh Simeon ( Lukas 21 : 23 – 32)

 

Ada seorang bernama Simeon. Lukas menyebut Simeon sebagai “seorang yang benar dan saleh yang menantikan penghiburan bagi Israel” (Lukas 2:25). Ia dengan setia terus beribadah kepada Tuhan, berdoa, menyembah, dan melayani Tuhan di Bait Allah. Simeon percaya saatnya akan tiba bagi Allah untuk memenuhi janji-Nya. Kepercayaan yang terus dipegang dan dipeliharanya sampai masa tuanya.

Tentu tidak mudah bagi Simeon untuk terus mempertahankan keyakinannya itu. Apalagi di tengah ketidakjelasan nasib bangsanya, juga keadaan fisiknya yang semakin menurun karena usia lanjut. Akan tetapi, Simeon tetap berpengharapan Ia tetap teguh meyakini bahwa ia akan melihat Sang Mesias yang ditunggu- tunggu itu (Lukas 2: 26).

Pengharapan Simeon tidak sia-sia. Suatu hari, Roh Kudus menggerakkan hatinya

untuk datang ke Bait Suci. Di sana, ia bertemu dengan Maria dan Yusuf yang sedang membawa bayi Yesus. Sebagaimana aturan dalam hukum Taurat, beberapa hari setelah dilahirkan, setiap bayi laki-laki harus dibawa ke Bait Suci untuk diserahkan kepada Allah.

Begitu melihat bayi Yesus, Simeon segera menggendong-Nya. Sambil memuji Allah ia pun berseru,“Sekarang, Tuhan, biarkanlah hamba-Mu ini pergi dalam damai sejahtera, sesuai dengan firman-Mu, sebab mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu, yang telah Engkau sediakan di hadapan segala bangsa, yaitu terang yang menjadi penyataan bagi bangsa-bangsa lain dan menjadi kemuliaan bagi umat-Mu, Israel” (Lukas 2:29-32). Pujian ini adalah ungkapan sukacita Simeon bahwa ia boleh mengalami bagaimana janji Allah digenapi, bukan hanya bagi dirinya, tetapi juga bagi seluruh umat Israel.

 

 

Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)

 

Amatilah peristiwa – peristiwa yang ada diseiktarmu, kemudian tulisakan di bawah ini lima ciri hidup orang yang memiliki harapan, dan kolom satunya diisi dengan lima ciri hidup orang yang tidak memiliki harapan.

 

Ciri hidup berpengharapan

L Ciri hidup tidak berpengharapan

1.        

 

2.        

 

3.        

 

4.        

 

5.        

 

 

*ketentuan tugas disesuaikan dengan keadaan siswa masing – masing sekolah.

SENI TARI KELAS 9

Tari Kreasi kelas 9