Rabu, 01 September 2021

Tugas dan Tanggung Jawab Gereja

Pengertian dan Fungsi Panggilan Gereja 

SMP Kanaan Ungaran
sumber:https://www.google.com/search?q=tri+tugas+gereja+yaitu&sxsrf=AOaemvLd3XFdD8226JOWFNUmK5ITO6ZuHA:1630541784093&source=lnms&tbm=isch&sa=X&ved=2ahUKEwj329O-gd_yAhXSfn0KHdlyAD0Q_AUoAnoECAEQBA&biw=1242&bih=597#imgrc=8BfarHLviWrQPM


Gereja berasal dari bahasa Portugis, “igreya.” Dalam Perjanjian Baru gereja sebagai tempat persekutuan orang beriman yang disebut ekklesia. Istilah ini umumnya untuk jemaat yang dipanggil berkumpul atau melakukan pertemuan. Panggilan itu ditujukan kepada orang-orang yang telah ditebus oleh Yesus Kristus atau kepada orang-orang yang telah berada dalam persekutuan keselamatanNya. Karena mereka mempunyai tujuan yang khusus, yaitu memberikan atau menyatakan recana keselamatan yang dilakukan oleh Kristus.[1] Setiap orang-orang yang telah dipanggil memiliki tugas dan tanggung jawab di dunia ini. Oleh sebab itu, gereja adalah adalah gereja yang melayani, bersaksi keluar mengenai perbuatan-perbuatan Allah yang meneyelamatkan dengan rendah hati.[2]

Landasan hidup gereja adalah pelayanan yang penuh cinta kasih persaudaraan di antara sesama manusia (Kisah. 4:32). [3] Panggilan dan fungsi gereja bukan hanya mengenai spiritual saja tetapi gereja juga harus mampu menyikapi tantangan jaman ditengah realita kehidupan, politik, ekonomi, kekerasan, hak azasi, gender, ekologi, globalisasi, dan sebagainya.

Tugas dan Tanggung Jawab Gereja

Dalam menjalankan misinya, gereja terpanggil dalam tri tugas yakni koinonia, marturia, dan diakonia. Dalam menjalankan tri tugas gereja tersebut, diharapan akan dapat menyentuh semua aspek umat dan tidak ada yang tertinggal, itulah yang disebut dengan pelayanan holistik. Ketiga tugas gereja tersebut tidak dapat dipisahkan dalam mendukung hakekat gereja yang kudus. Artinya tidak ada yang lebih penting dari antara ketiganya tetapi sama-sama penting dan harus samasama dijalankan dalam menjalankan tugas panggilan gereja.

Koinonia

 Koinonia merupakan hidup kebersamaan orang-orang di dalam iman yang sama yakni pada Yesus Kristus. Dalam persekutuan itu mereka menerima anugerah dari Kristus yang kemudian diteruskan kepada seluruh ciptaan. Koinonia itu adalah Tubuh Kristus yang sekaligus menunjukkan manifestasi karya penyelamatan Allah bagi yang bersekutu. Kononia itu dibentuk oleh pengikut Kristus yang selalu menghadapi hal-hal yang diketahui. Persekutuan yang dimaksud bukanlah persekutuan biasa, seperti yang kita lihat dan kenal dalam masyarakat. Persekutuan ialah persekutuan “yang penuh” yang timbul oleh iman bersama dari anggotaanggotanya kepada Kristus.[4] 

Marturia

Marturia berarti kesaksian, saksi itu dipanggil untuk memberi kesaksian. Sebagai saksi, maka bukanlah orang yang memberi kesaksian tersebut menjadi pusat perhatian, tetapi Dia yang disaksikan. Tujuan memberi kesaksian bukanlah untuk kemuliaan atau kepentingan diri sendiri, bukan pula untuk kebenaran atau keadaan diri sendiri, tetapi siapa yang disaksikan. Dalam dunia Kristen modern ‘kesaksian’ berarti menceritakan tentang apa yang dikerjakan Kristus atas hidup seseorang menjadi pengalaman orang lain.[5]

Tugas marturia sering dipahami dalam arti sempit sebagai penginjilan kepada non-kristen. Tetapi merujuk pada makna marturia dalam Perjanjian Baru, penginjilan hanyalah salah satu bagian dari marturia. Tugas panggilan marturia mencakup kesaksian dalam ajaran yang benar dan tindakan yang benar-benar mengacu pada firman Tuhan. Tugas marturia juga menyangkut keterbukaan gereja secara positif, kritis dan teologis terhadap berbagai kenyataan kehidupan.[6]

Diakonia (Pelayanan)

Diakonia mencakup arti yang luas, yaitu semua pekerjaan yang dilakukan dalam pelayanan bagi Kristus di jemaat, untuk membangun dan memperluas jemaat, oleh mereka yang dipanggil sebagai pejabat dalam tugas-tugas gereja dan oleh anggota jemaat biasa. Dalam diakonia secara luas ini terdapat tempat diakonia dalam arti khusus, yaitu memberi bantuan kepada semua orang yang mengalami kesulitan dalam kehidupan masyarakat. [7]Apa yang kita pahami dari bahasan ini menjadi jelas maksud dari melayani di dalam jemaat. Setiap karunia atau kharisma merupakan pemberian yang dipercayakan kepada setiap orang dengan maksud supaya mereka yang mendapat karunia itu memamfaatkannya dan menggunakan karunia yang Tuhan berikan untuk melayani Tuhan. Yesus menyimpulkan: “bahwa Anak manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan memberi nyawaNya sebagai tebusan bagi banyak orang” (Mat. 20:28).



[1] Herman Cremer, Biblico-Theological Lexicon of the New Testament Greek (Edinburrgh & New York: T&T Clark & Charles Sribner’s Sons, 1891), 332

[2] Anreas A. Yewangoe, Tidak Ada Gheto: Gereja di dalam Dunia (Jakarta: BPK-Gunung Mulia & Litkom PGI, 2009), 4

[3] T. Kacobs, Dinamika Gereja (Yogyakarta: Kanisius dan Nusa Indah, 1979), 36.

[4] 5 J.L. Ch. Abineno, Pedoman Praktis Untuk Pelayanan Pastoral (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2012), 71.

[5] Ensiklopedi Alkitab Masa Kini” (Jakarta: Yayasan Bina Kasih/OMF, 1996), 340.

[6] Viktor Tinambunan, Gereja & Orang Percaya (Pematang Siantar, LSAPA STT HKBP, 2006), 65.

[7] A. Noordegrraaf, Orientasi Diakonia Gereja (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2011), 34.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SENI TARI KELAS 9

Tari Kreasi kelas 9