Senin, 26 Juli 2021

PAKBP Kelas X -PELAJARAN 1 - Bertumbuh dan Semakin Berhikmat

PELAJARAN 1

Bertumbuh dan Semakin Berhikmat
1 Samuel 3:19; 2:26; 1 Korintus 3:1-9


Oleh        : Vita Ria Pratiwi, S.Pd
Kelas       : X MM-OTKP
Semester : Ganjil
KD. 3.1 Menganalisis ciri-ciri pribadi yang terus bertumbuh menjadi dewasa
4.1 membuat karya yang berkaitan dengan ciri-ciri pribadi yang terus bertumbuh menjadi dewasa
Indikator:
·    Menjelaskan bahwa kedewasaan fisik harus diikuti oleh kematangan emosional
·    Menyebutkan minimal tiga hal yang menunjukkan kematangan emosional dirinya, serta sikapnya yang menunjukkan kedewasaan dan tanggung jawab


Pendahuluan


SUMBER: https://sabr.org/bioproj/person/chili-davis/

Chili Davis, seorang pelatih bisbol Amerika Serikat pernah mengatakan, “Growing old is mandatory; growing up is optional.” Dalam bahasa Indonesia ungkapan ini dapat diterjemahkan demikian, “Bertambah umur sudah seharusnya terjadi. Namun menjadi dewasa adalah pilihan.” Maksudnya, setiap orang pasti bertambah usianya. Setiap hari, minggu, bulan, dan tahun, usia kita terus berjalan. Kita tidak mungkin menghentikannya sampai tiba waktunya ketika kita menutup mata dan meninggal dunia kelak. Namun bertumbuh menjadi dewasa dalam pemikiran, sikap, dan perilaku, adalah pilihan. Tidak setiap orang yang dewasa umurnya juga dewasa pemikiran, sikap dan perilakunya. Setiap orang harus memutuskan untuk berubah menjadi dewasa dalam hal-hal tersebut, sehingga ia menjadi bijaksana dalam menghadapi berbagai persoalan di dalam hidupnya.
Abraham Lincoln, presiden Amerika Serikat yang terkenal itu, pernah mengatakan, “Yang penting bukanlah tahun-tahun di dalam hidupmu, melainkan hidup yang kamu jalani di dalam tahun-tahun usiamu itu.” Di sini kembali kita melihat bahwa bukan panjangnya usia, atau sejauh mana umur kita sekarang, melainkan bagaimana kita mengisi tahun-tahun usia itu dengan hal-hal yang bermanfaat bagi diri sendiri maupun orang lain.

Kematangan Pribadi dan Emosi

    Salah satu cara yang paling mudah untuk menilai kematangan pribadi seseorang adalah dengan mengamati ekspresi emosinya. Emosi adalah pengalaman sadar yang subyektif, yang terutama sekali dicirikan oleh ungkapan-ungkapan psiko-fisiologis, reaksi biologis, dan keadaan mental. Dalam kehidupan sehari-hari, emosi seringkali terlepas begitu saja ketika seseorang tidak mampu mengendalikan dirinya. Akibatnya, perkataan dan tindakannya pun jadi tidak terkendali. Contohnya, apa yang dilakukan oleh Tonya Harding dan kawan-kawannya. Setelah semuanya terjadi dan mereka dinyatakan bersalah, lalu dijatuhi hukuman, mungkin mereka baru menyesali apa yang telah mereka lakukan.

Ekspresi Emosi

Emosi seseorang biasanya bisa dilihat melalui bahasa tubuh, mimik, atau suara orang tersebut. Gerakan-gerakan atau intonasi suara, walaupun tidak sama persis dengan orang lain tetap bisa kita lihat. Ada orang yang ingin memperlihatkan ekspresi emosinya kepada orang lain supaya orang lain memahami apa yang dirasakannya. Tetapi, ada juga orang yang berusaha menyembunyikan emosinya supaya tidak diketahui orang lain, tentu dengan berbagai pertimbangan yang dimiliki oleh orang tersebut.
Sepanjang perjalanan hidup ini, kita akan berhadapan dengan bermacam- macam orang. Selama itu pula kita akan banyak menerima pendapat- pendapat tentang diri kita atau tentang apa yang kita lakukan. Ada yang memberi pandangan positif, namun ada juga yang negatif. Pendapat atau pandangan orang lain itu sedikit banyak memberi pengaruh pada bagaimana cara kita memandang diri kita sendiri. Bukan hanya pendapat orang lain yang mempengaruhi diri kita, pandangan kita terhadap diri sendiri juga dapat mempengaruhi cara kita memandang atau menilai diri kita sendiri. Pada akhirnya, hal itu akan berpengaruh pada perkembangan emosi kita.
Triantoro Safaria dan Nofrans Eka Saputra dalam bukunya Manajemen Emosi, memberikan contoh tentang bermacam-macam ekspresi jasmani yang bisa muncul dari emosi seseorang, misalnya:
·      Emosi marah: wajahnya memerah, nafasnya menjadi sesak, otot-otot tangan akan menegang, dan energi tubuhnya memuncak.
·      Emosi takut: mukanya menjadi pucat, jantungnya berdebar-debar. Ekman dan Friesen seperti dikutip oleh B. Walgito dalam buku Pengantar
Psikologi Umum (1994), menyebutkan tiga macam emosi yang dikenal dengan display rules (penampilannya pada wajah atau tubuh manusia), yaitu:
1.     Masking: keadaan seseorang yang dapat menyembunyikan atau menutupi emosi yang dialaminya. Misalnya, seorang perawat marah karena sikap pasien yang menyepelekan pekerjaannya. Kemarahannya diredam atau ditutupi sehingga gejala kejasmaniannya tidak tampak.
2.     Modulation: keadaan seseorang yang dapat mengurangi emosi yang dialaminya. Misalnya, karena marah, ia mengomel-ngomel (gejala jasmani) tetapi kemarahannya tidak meledak-ledak.
3.     Simulation: orang tidak mengalami emosi, tetapi seolah-olah mengalami emosi dengan menampakkan gejala-gejala kejasmanian.
Berdasarkan pembagian emosi di atas, faktor yang paling penting dalam mengembangkan emosi yang sehat adalah pengenalan yang benar tentang diri sendiri serta kesediaan untuk bertumbuh dan berkembang menjadi pribadi yang matang dan bertanggung jawab. Matang, artinya tidak berpikir kekanak-kanakan, hanya peduli akan kepentingan dan keuntungan dirinya sendiri. Bertanggung jawab, artinya memperhitungkan setiap tindakannya, apa untung rugi dari tindakan yang akan saya ambil ini? Apakah saya akan menyakiti orang lain dengan keputusan yang saya ambil?
  


Rangkuman

Masa remaja adalah masa yang menyenangkan sekaligus menyulitkan karena ini adalah masa transisi. Akan tiba masanya kamu akan bertumbuh dan menjadi dewasa. Seiring dengan perkembangan menuju kedewasaan itu, kamu juga akan mengalami perkembangan emosi dan menemukan jati diri kamu. Itulah sebabnya kamu perlu menemukan dan mengenal terlebih dahulu akan konsep diri kita. Kamu harus memiliki konsep diri yang positif dan berusaha mengubah dirimu serta cara pandangmu terhadap persoalan di dalam hidup sehingga kamu akan dapat menanggapi segala permasalahan dengan cara yang positif pula.

Kita sudah melihat bagaimana sifat kekanak-kanakan, egoisme, emosi, bisa menyebabkan kita mengambil keputusan-keputusan yang keliru dan bahkan merugikan kita. Kita sudah melihat bahwa pemahaman tentang diri sendiri yang kadang-kadang harus berani menerima kekurangan dan kekalahan justru adalah sikap yang penting sebagai ciri-ciri kedewasan kita. Kita juga sudah melihat betapa pentingnya hidup bersama dengan firman Tuhan setiap hari supaya kita bisa bertumbuh menjadi dewasa, matang, dan bertanggung jawab dalam hidup kalian.

Kesetiaan mempelajari dan menjalankan firman Tuhan dalam hidup kita

bahkan sejak kita masih kanak-kanak akan membimbing kita ke dalam kehidupan yang berhikmat, seperti yang diperlihatkan oleh Samuel dan Salomo.

 Tuhan Yesus memberkati

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SENI TARI KELAS 9

Tari Kreasi kelas 9