Relasi Bermakna Antara Keluarga, Gereja, dan Sekolahku Bacaan Alkitab: Ulangan 6:7-9, Efesus 4:11-15
Berdoa
Tuhan Yesus untuk keluarga yang Tuhan berikan, aku syukuri Tuhan.
Meskipun keluarga tidak sempurna, syukur padamu selalu kupanjatkan.
Untuk sekolah tempat belajar bersama
Syukur pada-Mu mohon diterima
Allahku dan Tuhanku,
mohon selalu kusadari
Keluarga dan sekolahku adalah karunia ilahi yang Tuhan beri.
Amin.
Menyanyi
Keluarga Allah
Kami datang dihadiratMu
Menikmati kasihMu
Membawa seisi rumahku
Sujud menyembahMu
Ini keluargaku Tuhan
Berkati dan lindungi semua
Jagai ku dan seisi rumahku
Sampai akhir hidupku Tuhan
Kumau setia melayanimu
Kubahagia jadi keluarga Allah
Menikmati kasihMu
Membawa seisi rumahku
Sujud menyembahMu
Ini keluargaku Tuhan
Berkati dan lindungi semua
Jagai ku dan seisi rumahku
Sampai akhir hidupku Tuhan
Kumau setia melayanimu
Kubahagia jadi keluarga Allah
1. Anak dan Pendidikan
Alkitab memberi kesaksian bahwa tugas orang tua untuk mendidik anak-anak
sejak kecil sehingga tumbuh menjadi pribadi yang kuat baik secara intelektual
maupun kepribadian, terlebih dalam nilai ketaatan terhadap Tuhan. Anak-anak
juga membutuhkan sekolah untuk mengembangkan dan mengoptimalkan segala
potensi yang ada dalam diri anak-anak, yang mendukung proses pembentukan dan
pertumbuhan anak dalam segala aspek kehidupan.
Kamu merupakan anugerah sekaligus titipan dari Tuhan yang memiliki potensi
yang luar biasa, sehingga kamu sebagai remaja memerlukan didikan untuk
mengembangkan potensi dengan sungguh-sungguh untuk mencapai keutuhan.
Potensi-potensi itu terdiri dari potensi kognitif (intelektual), afektif (moral),
spiritual, dan psikomotorik (keterampilan).
2. Tri Pusat Pendidikan
a. Pendidikan dalam konteks keluarga
Dalam konteks ini kamu berinteraksi dengan orang tua dan anggota keluarga
yang lain, sehingga memperoleh pendidikan informal terutama melalui proses
sosialisasi dan edukasi berupa pembiasaan atau habit formations.
b. Pendidikan dalam konteks gereja
Di sini kamu berinteraksi dengan seluruh anggota gereja yang berbeda
secara umur, tingkat sosial, maupun budaya. Kamu memperoleh pendidikan
nonformal atau pendidikan di luar sekolah yang berupa berbagai pengalaman
hidup. Agar gereja dapat melakukan eksistensinya, maka seharusnya generasi
muda (anak, remaja, dan pemuda) perlu mendapat warisan atau penerusan
baik nilai-nilai, sikap, pengetahuan, keterampilan, dan bentuk kelakuan lainnya
sesuai dengan dasar-dasar kristiani. Oleh karena itu, kamu perlu terlibat dan
menjadi aktifis gereja agar dapat mengembangkan kepribadian kamu dengan
sehat secara kristiani.
c. Pendidikan dalam konteks sekolah
Dalam konteks sekolah, kamu
memperoleh pendidikan formal. Artinya terprogram dan
ter jabarkan dengan tetap yang
berupa pengetahuan, nilai-nilai, keterampilan, maupun
sikap terhadap mata pelajaran.
Disini kamu dapat berinteraksi
dengan ling kungan yang lebih
luas bersama teman sebayanya.
Aspek-aspek penting yang
memengaruhi perkembangan
kamu di sekolah dapat berupa bahan-bahan pengajaran, teman dan sahabat
peserta didik, guru, serta para pegawai.
Sekolah adalah sebuah lembaga yang dirancang untuk pembelajaran peserta
didik di bawah pengawasan guru. Sekolah berfungsi untuk mengembangkan
kemampuan dan membentuk watak serta peradaban anak bangsa yang
bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Sekolah
juga bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi
manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak
mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara
yang bertanggung jawab. Untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut, peserta
didik di dalam kehidupannya harus tetap berakar dan berpusat pada pribadi
Tuhan Yesus, yang digerakkan oleh Roh Kudus. Tuhan Yesus di dalam PAK
dikenal sebagai Tuhan, Juru Selamat, dan Guru Agung yang tidak hanya
memperkenalkan siapa Allah yang sesungguhnya, tetapi juga memberikan
teladan kehidupan bagi para murid-murid-Nya, termasuk kita pada saat ini.
3. Relasi antara Sekolah dan Keluarga
Sekolah merupakan pihak sekunder dalam pendidikan anak dan remaja, sebab
pihak primer tetap berada di tangan orang tua, terutama ayah dan ibu yang telah
dipilih dan ditetapkan oleh Tuhan. Pendidikan anak merupakan tantangan yang
berat bagi orang tua, namun hal tersebut merupakan tugas mulia karena orang tua
adalah pendidik utama dan pertama. Kehadiran sekolah membantu meringankan
tantangan tersebut.
Sebaliknya, keluarga dituntut untuk bersedia memberikan dukungan bagi
kelangsungan dan pekerjaan Tuhan melalui sekolah. Keluarga dipanggil untuk
memberi waktu lebih banyak berdiskusi, baik dengan guru di sekolah maupun
dengan anak mereka yang mengikuti pendidikan. Sekolah dan orang tua juga
perlu terbuka dan mengusahakan agar lebih mengenal satu sama lain, sehingga
dapat memahami dalam segi apa dorongan atau motivasi dapat diberikan dalam
perkembangan anak secara utuh. Pendidikan di sekolah tidak akan optimal jika
tidak ada dukungan dari orang tua secara holistik dalam pertumbuhan anak-anak.
Surat Paulus dalam Efesus 4:11-15 memberikan kesaksian tentang karunia yang
diberikan Tuhan berbeda satu terhadap yang lain. Meskipun demikian, perbedaan
karunia dalam jabatan ini memiliki tujuan mulia yaitu untuk melengkapi umat
Allah dalam pelayanan dan pembangunan tubuh Kristus (gereja), sampai semua
umat Allah mencapai kedewasaan yang penuh dalam iman dan takut akan Allah.
Kamu adalah umat Allah yang diperlengkapi oleh orang tua di rumah dan guru di
sekolah agar kamu bertumbuh secara utuh dalam segala aspek kehidupan. Gereja
sebagai persekutuan orang percaya, mendukung kamu dalam aspek spiritual.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa dalam konteks negara dan
berbangsa pendidikan memegang peranan penting, termasuk pendidikan
agama Kristen. Hal itu bertujuan untuk mengembangkan cita-cita pendidikan
nasional, yakni terbentuknya insan serta ekosistem pendidikan dan kebudayaan
yang berkarakter dengan berlandaskan gotong royong. Meskipun demikian,
dalam memainkan perannya selaku pribadi maupun komunitas Kristen, kita
harus tetap melihat identitas kita dari segi iman Kristen. Dalam pembelajaran
PAK kita harus tetap berdiri di atas keyakinan iman bahwa Allah adalah sumber
pengetahuan, hikmat, realitas, dan nilai kehidupan. Panggilan kita pada saat ini
adalah bagaimana mewujudkan keyakinan kita dalam mengemban tugas kita
masing-masing. Dengan demikian, kita juga dapat memberikan sumbangan bagi
peningkatan kualitas manusia seutuhnya di Indonesia. Pendidikan dalam konteks
keluarga, sekolah, dan gereja seharusnya dapat memimpin peserta didik (remaja)
untuk mengenal dan memuliakan Tuhan dalam segala aspek kehidupan.
4. Masalah Sosial dalam Kehidupan Remaja
Pernahkan kamu bersyukur
kepada Tuhan karena kamu
dapat bersekolah? Pernahkah
kamu bersyukur karena kamu
tidak terjerumus dalam dunia
narkoba, seks bebas, maupun
tindakan kriminal remaja?
Lihatlah di sekeliling kamu,
banyak masalah remaja yang
terjadi. Misalnya, meningkatnya
tawuran antar x WAsekolah, kenakalan remaja, kriminalitas remaja,
hamil di luar nikah dan pernikahan dini, pemakaian obat
terlarang, serta masih banyak lagi. Meskipun demikian sesungguhnya banyak
kesempatan yang dapat dilakukan remaja untuk mengembangkan nilai-nilai
kristiani yang bertujuan untuk pengembangan diri, untuk sekolah dan untuk
gerejanya. Berkaitan dengan masalah tersebut, rupanya perlu ada kerja sama
untuk mencapai tujuan bersama antara keluarga, sekolah, dan gereja untuk
mengembangkan nilai-nilai kristiani yang dampaknya dapat secara langsung
dirasakan oleh lingkungan. Misalnya, menciptakan lingkungan yang lebih adil,
lebih manusiawi, dan mengembangkan kesetaraan dalam perspektif kristiani.
Rangkuman
1. Sekolah merupakan pihak sekunder dalam pendidikan anak, sebab pihak
primer tetap berada di tangan orang tua yang telah dipilih dan ditetapkan oleh
Tuhan.
2. Sekolah hadir sebagai mitra yang berkolaborasi dengan orang tua dalam
mendidik generasi berikutnya sebagai penerus pelaksana misi Tuhan secara
turun-temurun.
3. Komunikasi antara sekolah dan keluarga perlu terjalin. Keluarga dituntut untuk
bersedia memberikan dukungan bagi kelangsungan dan pekerjaan Tuhan
melalui sekolah, karena pendidikan di sekolah tidak akan optimal jika tidak ada
dukungan dari orang tua secara holistik dalam pertumbuhan anak-anak
sumber: http://bsd.pendidikan.id/data/2013/kelas_11sma/siswa/Kelas_11_SMA_Pendidikan_Agama_Kristen_dan_Budi_Pekerti_Siswa_2017.pdf
99
9
Tidak ada komentar:
Posting Komentar