Rabu, 14 April 2021

Setia Beribadah, Berdoa, dan Membaca Alkitab Bahan Alkitab: Efesus 6:18; Roma 12:12

 BAB 8

Setia Beribadah, Berdoa, dan Membaca Alkitab Bahan Alkitab: Efesus 6:18; Roma 12:12 

Guru pengampu: Vita Ria Pratiwi, S.Pd

Kompetensi Dasar:  

 3.5. Menjelaskan pentingnya kesetiaan dalam beribadah, berdoa dan membaca Alkitab.
 4.5. Menerapkan sikap hidup beriman dan berpengharapan melalui kesetiaan beribadah, berdoa dan membaca Alkitab.


Indikator Hasil Belajar:  

1. Melakukan  observasi mengenai kesetiaan berdoa dan membaca Alkitab di kalangan remaja SMP dan keluarga Kristen.
2. Menulis doa  permohonan supaya Allah membimbing siswa untuk hidup baik dan benar serta mampu melaksanakan tugas dan kewajibannya di rumah dan di sekolah.
3. Menjabarkan hal-hal penting yang tercakup  dalam  doa Bapa kami.
4. Menjelaskan pentingnya setia beribadah, berdoa dan membaca Alkitab sebagai wujud memelihara iman.

Materi

Doa sebagai nafas hidup artinya doa merupakan kebutuhan bagi orang beriman, tanpa doa manusia akan binasa. Ibadah, doa dan membaca Alkitab adalah tiga hal yang saling berkaitan satu dengan yang lain. Oleh karena itu pembahasan mengenainya dirangkai menjadi satu. Ada orang yang masih mementingkan berapa kali berdoa setiap hari, namun berdoa bukanlah terutama menyangkut banyaknya atau kuantitas, melainkan motivasi kita berdoa. Ibadah, doa dan membaca Alkitab merupakan bagian dari upaya orang Kristen untuk memelihara iman dan pengharapan pada Tuhan Allah yang telah menyelamatkan manusia melalui Yesus Kristus. 

Jadi, ibadah bisa berarti ibadah formal ketika kita menyembah Tuhan dalam sebuah liturgi baik di gereja, ibadah pribadi  maupun dalam perkumpulan ibadah lainnya, namun ibadah juga mencakup seluruh sikap hidup manusia. Keduanya sama penting, baik ibadah formal maupun sikap hidup. 
 

Makna Beribadah, Berdoa dan Membaca Alkitab 

Seberapa sering orang  Kristen berdoa dan membaca Alkitab?

Kesetiaan dalam berdoa dan membaca Alkitab bukanlah menyangkut kuantitas atau jumlah berapa kali harus melakukannya dalam sehari. Bahkan Yesus Kristus sendiri tidak pernah memberikan penekanan mengenai berapa kali pengikut-Nya harus beribadah dan berdoa. Namun, Ia memberikan penekanan pada kesungguhan dalam berdoa dan bagaimana orang percaya berdoa dalam iman dan pengharapan. 

Doa Bapa Kami merupakan doa yang diajarkan oleh Yesus, sebuah doa yang singkat namun mencakup seluruh pergumulan hidup manusia. Yesus menekankan bahwa Bapamu di surga lebih tahu apa yang kamu butuhkan. 

Dalam kaitannya dengan ibadah dan doa,  jemaat kristen pertama memiliki kehidupan ibadah yang luar biasa,  Kitab Kisah Para Rasul 2:41-42 menulis tentang cara hidup mereka. Petrus yang berkhotbah pada hari Pentakosta telah menyebabkan banyak orang bertobat dan dibaptis dalam  nama Yesus. Mereka  bertekun dalam pengajaran rasul-rasul  dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa. Tidak hanya beribadah, berdoa dan membaca Alkitab, tapi mereka juga saling menolong tanpa pamrih terutama bagi mereka yang  berkekurangan. Kehidupan ibadah mereka bukan hanya melalui ibadah namun juga dalam praktik hidup sehari-hari.

Amatlah penting bagi orang Kristen untuk memelihara iman dan pengharapannya dan salah satu cara penting dalam memelihara iman adalah melalui ketekunan dalam beribadah, berdoa dan membaca Alkitab. 
Ibadah adalah kegiatan ritual yang dilakukan dalam rangka menyembah Tuhan Allah, bersekutu bersama saudara-saudara seiman, melayani Tuhan dan mengucap syukur atas anugerah Tuhan bagi manusia.
Berdoa adalah cara manusia berkomunikasi dengan Allah yang diimani. Dalam pengertian yang paling sederhana berdoa adalah berbicara dengan Tuhan. Doa adalah ekspresi hubungan kita dengan Allah. 

Semakin setia kita berdoa dan membaca Alkitab, semakin dalam kita memahami tentang Allah dan apa kehendak-Nya. Dalam Injil Matius 6:9-13 Yesus mengajarkan kita untuk berdoa sebagai berikut. 

Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah kerjaanMu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di  sorga. Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. (Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin).

Perhatikan bagian  dari doa tersebut. 
1. Tiap orang dapat  berbicara langsung dengan Allah Bapa . 
2. Doa memiliki 6 permintaan yang mencakup hal esensial dari kehidupan iman, yaitu mengenai datangnya Kerajaan Allah sampai dengan kebutuhan hidup manusia menyangkut makanan dan minuman.
3. Orang percaya  meminta pengampunan Allah Bapa tapi serentak dengan itu, orang percaya dituntut untuk  saling mengampuni. 

Dalam Injil Matius 21:22 tertulis: “Dan apa saja yang kamu minta dalam doa dengan penuh kepercayaan, kamu akan menerimanya”. Berikut adalah beberapa panduan yang diambil dari ajaran Yesus mengenai berdoa. 
1. Berdoalah dengan penuh penyerahan diri kepada Allah sebagai Bapa yang penuh kasih.  
2. Berdoalah secara alami mengungkapkan isi hati kita dan penyerahan diri kepada-Nya.
3. Berdoa dengan kata-kata yang sederhana dan tidak berbelit-belit.
4. Berdoa dalam kepercayaan bahwa Allah maha mendengar dan Ia menjawab doa kita menurut kasih dan keadilan-Nya.
5. Berdoa dan membaca Alkitab  sesuai dengan kehendak Allah. 
6. Ingat, tidak ada masalah yang terlalu besar atau terlalu kecil untuk didoakan. 
7. Berdoalah dalam iman dan pengharapan pada-Nya. 


Pentingnya Beribadah, Berdoa dan Membaca Alkitab bagi Remaja SMP 

Ada beberapa alasan mengapa  orang Kristen  setia beribadah kepada Allah, berdoa dan membaca Alkitab. 
Pertama, dalam ibadah, berdoa dan membaca Alkitab orang beriman mewujudkan iman dan percayanya kepada Allah. Bahwa Allah telah terlebih dahulu datang kepada manusia, Allah menyapa, mencari serta menyelamatkan manusia. Allah setia pada janji-Nya maka orang beriman pun harus menunjukkan kesetiaan kepada-Nya, antara lain melalui ibadah (Amsal 12:22). 
Kedua, kesetiaan beribadah, berdoa dan membaca Alkitab  menghasilkan pencerahan hidup. Ibadah membawa makna perubahan dalam diri orang percaya. Bahkan semakin mempererat persekutuan sebagai umat.
Ketiga, melalui ibadah, orang beriman mengekspresikan wujud syukurnya kepada Allah yang diimani. Keempat, kesetiaan beribadah membuat sikap sosial seseorang  semakin bertumbuh. Dalam ibadah kita bertemu dengan berbagai orang dari berbagai latar berlakang, semua melebur dalam doa, pujian dan persembahan. Melalui ibadah, berdoa dan membaca Alkitab kita membangun hubungan yang akrab dengan Allah, bertemu dengan-Nya  dan berkomunikasi dengan akrab. 


Sikap yang Baik dan Benar dalam Beribadah, Berdoa dan Membaca Alkitab 

Dalam Kitab Mazmur pun ditulis kita memuji Tuhan dengan alat musik gambus, kecapi, rebana dan lain-lain. Kegembiraan dalam beribadah hendaknya tidak mengurangi suasana ibadah sebagai penyembahan terhadap Allah yang diimani. Sikap dan cara berpakaian haruslah menunjukkan rasa hormat dan takjub kita terhadap Tuhan Allah yang maha kudus. Ketika Musa bertemu dengan Allah di hutan belukar di Midian, Allah meminta Musa untuk menanggalkan kasutnya (alas kaki) karena tempat yang dipijaknya itu kudus. 

Yesus juga mengajarkan sikap yang baik dan benar dalam berdoa, dalam Injil Lukas 6:5-8 Yesus menuntun orang percaya untuk bersikap benar dalam berdoa. “Dan apabila kamu berdoa, janganlah berdoa seperti orang munafik. Mereka suka mengucapkan doanya dengan berdiri dalam rumah-rumah ibadat dan pada tikungan-tikungan jalan raya, supaya mereka dilihat orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya. Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu di tempat yang tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu. Lagi pula dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah. Mereka menyangka bahwa karena banyaknya kata-kata doanya akan dikabulkan. 

Beribadah dalam persekutuan mempunyai dampak positif, yaitu membangun kebersamaan dan persekutuan, doa dan pujian yang dilakukan secara bersama-sama itu menyenangkan hati Allah. Yesus Kristus datang dan ia membentuk persekutuan orang percaya, ajaran-ajaran-Nya disampaikan dalam persekutuan umat, Ia mengajar di Bait Allah, Ia mengajar banyak orang dalam kelompok-kelompok.

 Jadi, kehadiran seseorang di gereja dan persekutuan remaja amat penting dalam rangka memupuk persekutuan dan kita juga dapat belajar dari pengalaman iman orang lain dalam persekutuan. Ketika mendengarkan khotbah di radio ataupun televisi, kita tidak dapat berkomunikasi dan bersekutu dengan saudara-saudara seiman, kita hanya berhadapan dengan  radio dan televisi. 


Apakah Semua Doa Dijawab Sesuai dengan Permintaan kita? 

Dalam Injil Matius pasal 6:8 Yesus mengatakan “ karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan ”. Kalimat ini memiliki makna yang dalam, bahwa Allah lebih mengetahui apa yang kita perlukan. Doa dan permohonan orang percaya akan dijawab sesuai dengan kasih dan keadilan Allah karena Ia lebih tahu apa yang kita perlukan. Dalam Injil Matius 21:22 tertulis: “ Dan apa saja yang kamu minta dalam doa dengan penuh kepercayaan, kamu akan menerimanya”. 

Doa kita akan dijawab, kita akan menerima jawaban atas doa-doa kita, namun jawaban itu diberikan berdasarkan pertimbangan Allah. Banyak orang kecewa karena merasa doanya tidak dikabulkan sama persis seperti apa yang diminta. Allah bukanlah “super market” tempat kita memesan barang dan membelinya sesuai dengan apa yang kita inginkan. Allah adalah Bapa yang Pengasih dan Ia lebih tahu apa yang dibutuhkan oleh anak-anak-Nya.

Dengan demikian, janganlah berhenti berdoa ketika apa yang kita minta belum dijawab ataupun hal lain yang kita peroleh. Terkadang, manusia mengalami masalah atau kesusahan dan melalui berbagai peristiwa kehidupan, orang percaya mengalami ujian iman, yaitu apakah mereka akan tetap setia mengikuti Allah, setia beribadah, berdoa dan membaca Alkitab ataukah berhenti melakukannya karena kecewa. 

Ada berbagai bentuk ujian iman bagi anak remaja seperti. Antara lain, godaan untuk nyontek, bolos, terpikat pada obat terlarang, rokok, gambar porno di internet dan media sosial lainnya. Menghadapi semuanya itu, apakah kita dapat tahan uji?  

Setia beribadah, berdoa dan membaca Alkitab akan memperkuat kita dalam menghadapi berbagai ujian iman.kehidupan beriman kita. 
1. Membawa kegembiraan dan kebahagiaan karena kita memiliki hubungan yang akrab dengan Allah. Ada ketenangan hati karena kita yakin Allah ada di dekat kita. 
2. Menumbuhkan iman dan percaya kita pada-Nya karena Firman-Nya menguatkan iman yang lemah. 3. Penerang bagi langkah hidup kita sehingga kita tidak tersesat (Mazmur 119:105). 
4. Membimbing hidup kita sehingga kita diarahkan ke tujuan yang benar. 
5. merupakan arah jalan yang kita pilih dan tidak dapat dibelokkan oleh siapapun karena di jalan itu ada Yesus Kristus yang menjaganya. 


tugas kalian bisa klik di sini


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SENI TARI KELAS 9

Tari Kreasi kelas 9